Perjalanan hidup anak manusia tak pernah bisa diduga.
Setiap insan punya jalan cerita masing-masing yang unik, berbeda, dan tak pernah sama. Jika terdapat lebih dari enam milyar manusia yang melata bertebaran di bumi dan tiap orang mempunyai alur kisah kehidupan sendiri, maka sungguh amat terpuji dan luar biasa gerangan Sang Penulis Naskah Kehidupan.
Apa yang terlihat maupun luput diperhatikan, segala apa yang telah, tengah, dan akan terjadi, adalah tampilan versi layar kaca yang bisa ditonton dan disimak oleh siapapun yang ingin menghayati, meresapi dan menikmati sebaran awan galaksi mengias langit tenang di pekat malam, dihiasi taburan kerlap-kerlip gemintang fragmen demi fragmen, penggalan dan potongan scene demi scene yang bak memenuhi luas kanvas alam semesta hingga sejauh jangkau sudut mata memandang.
Di balik berbagai liku dan ragam peristiwa yang telah, sedang dan masih akan harus dihadapi oleh anak-anak zaman dalam setiap masanya, ada Sutradara Dari Balik Layar Yang menuliskan skenario terindah nan sarat bertabur hikmah yang kelak akan sangat kita syukuri andai kita ikhlas dan sabar serta senantiasa berbaik sangka, optimis dan tetap selalu semangat dalam menjalaninya.
Terpa hangat fajar surya dan genggam pilar hari adalah milik mereka yang berseri dan bersegera menyongsong dan menyambut cerah senyumnya! =)
Pasang surut, terjal curam, naik turun, jatuh bangun, susah senang, canda sedih, tangis tawa, di sepanjang kelak-kelok perjalanan alur sungai kehidupan yang mengalir tak terputus mulai dari mata air kelahiran, menyusuri keindahan hijau hutan panorama gunung, bukit, pepohonan, di bawah terik mentari maupun teduh belai lembut rembulan, mengiringi kisah hidup manusia dari kecil, remaja, beranjak dewasa, matang, terus menua, mengarungi samudera luas dan dalam sampai akhirnya lelah hilang daya lalu pasrah dan tenggelam, hingga terbenam di pusara sunyi keabadian dalam kepekatan di dasar lautan.
Kematian.
Bukan akhir segalanya.
Kematian justru adalah gerbang menuju kehidupan panjang dan tak berkesudahan kelak dalam keabadian.
Kehidupan di dunia menentukan akhir yang baik atau buruk kelak di kehidupan sesungguhnya.
Hidup di dunia hanya sementara. Cuma istirahat. Hanya mampir singgah.
Hanya kepada-Nya kita semua akan kembali.
Dan di atas segalanya, hanya kepada-Nya-lah kita berserah diri...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar