Sebuah kabar datang menggembirakan, meski mungkin bagi sebagian orang, terkait pengumuman pemerintah tentang cuti bersama bagi pegawai negeri sipil, yakni bahwa tanggal 3 Juni 2011 minggu depan ditetapkan libur untuk cuti bersama, sebagai konsekuensi hari terjepit dimana Kamis tanggal 2 Juni adalah hari libur nasional Kenaikan Isa Al Masih.
Terlepas dari terpotong lagi sisa hak cuti tahunan akibat penambahan cuti bersama, sisi positif yang bisa diambil adalah, tidak seperti pengumuman cuti bersama belum lama 16 Mei lalu terkait Hari Raya Waisak 17 Mei yang diterbitkan pada injury time menjelang akhir pekan bahkan hingga lewat jam pulang kantor, pengumuman kali ini yang dibuat lebih awal memungkinkan dilakukan perencanaan jadwal liburan panjang untuk berwisata atau melakukan apapun kegiatan di luar waktu kerja! Sepenggal waktu nan bak sekeping berlian berharga, dapat menghabiskan lebih banyak waktu yang berkualitas dan bernilai dengan keluarga! =)
Tamasya atau wisata adalah sarana melepaskan diri dari kejemuan dan kejumudan jeratan dan kungkungan aktivitas rutin yang membelenggu kita setiap hari. Sebuah pelepasan yang dibutuhkan untuk sejenak berelaksasi dan membebaskan jiwa untuk kembali menghirup segar udara bebas dan bernafas dengan kelegaan di bawah langit yang luas. Tidak dapat dipungkiri, waktu untuk berwisata juga sama pentingnya dengan waktu untuk bekerja. Keseimbangan yang setimbang terjaga membuat hidup dinamis dan yang menjalaninya tetap semangat, bergairah dan optimis!
Setiap kita butuh sesekali pergi tamasya! Apalagi jika punya kesempatan libur panjang, tentu amat sayang jika tidak kita manfaatkan, berwisata atau sekedar berkumpul dan bercanda, bersenang-senang dan mengumpulkan serakan kepingan indah kebahagiaan, bersama dengan orang-orang yang kita cintai dan sayang yang mewarnai rona pelangi kehidupan. Pelangi masih setia muncul menghias dan menghangatkan hati setelah usai badai berhenti hujan.
Tentunya, agar libur panjang tidak lewat begitu saja tanpa ada makna, dari sekarang sebaiknya kita susun RENCANA! Mau pergi wisata kemana kita? ;)
PERENCANAAN seringkali luput dari menjadi perhatian, padahal ia adalah faktor penting yang tak jarang turut menentukan dimensi keberhasilan. Mau wisata ke laut? Tidak cukup hanya berkendara hingga tepi pantai. Agar tamasya semakin menyenangkan, rencanakan tujuan kegiatan mengasyikkan yang akan kita lakukan di tepi pantai jika perlu hingga ke tengah lautan! Apakah ingin berenang? Tentu harus membawa celana renang. Atau ingin berselancar? Tak boleh ketinggalan papan selancar! Naik perahu hingga pulau seberang? Barangkali perlu membawa tikar serta lengkap bekal makanan untuk berpiknik nikmat dan mengenyangkan. Berjemur di tepi pantai? Ingatlah berbekal sunblock, topi, payung, berbikini, celana atau rok mini, dan agar lebih bergaya, pakai kacamata hitam biar tambah modis kelihatan trendy! Begitu banyak yang harus disiapkan! Tentunya akan sangat terbantu jika semua dicatat rapi dibuat PERENCANAAN!
Perencanaan yang baik lagi matang bagai peta yang jelas mudah dibaca, yang dapat segera mengarahkan dan memberi kita informasi yang berharga, mulai dari rute yang harus ditempuh atau mesti dihindari, pertimbangan efisiensi waktu dan jarak tempuh, perkiraan biaya terperinci untuk semua kemungkinan aktivitas wisata yang harus kita keluarkan, termasuk transportasi, akomodasi, hingga penginapan. Perencanaan yang gamblang memudahkan pula kita untuk membayangkan akan seperti apa indah dan cerianya nanti libur panjang dan wisata kita! Liburan yang terencana membuat waktu yang ada tidak banyak terbuang percuma apalagi sampai sia-sia, sebab semua sudah ada garis besar serta cetak birunya, begitu pula efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaannya.
Hidup juga adalah sebuah perjalanan panjang, yang dapat menjadi lebih nyaman lagi menyenangkan, jika semuanya telah terpola dan terencana dengan baik dan tertata. Perencanaan penggunaan waktu ke waktu dalam hidup memudahkan kita untuk kelak jadi terbiasa mengelola dan mengalokasikan penggalan-penggalannya untuk kegiatan-kegiatan yang terpilih, lebih baik, bermanfaat, produktif, juga lebih bermakna! Hidup yang terprogram jelas dan berencana dapat membuat kita lebih mengapresiasi tiap celah kesempatan untuk menjadikan hidup lebih baik, lebih menghargai nilai dan aspek yang penting dalam kehidupan, serta mensyukuri betapa berharganya waktu dan momen-momen tak ternilai yang kita habiskan dalam hidup kita!
Bersyukurlah bahwa hidup ini indah, dan kisah perjalanan hidup kita tak kalah indah! =)
Nikmatilah kekayaan hidup penuh berkah, dengan lebih menghargai apa-apa yang kita miliki, termasuk keberadaan orang-orang yang menyayangi lagi kita sayangi. Mereka sungguh berharga dan tak dapat tergantikan, karenanya hargailah pula keberadaannya dan syukuri masa-masa kebersamaan indahnya, baik yang telah, sedang, maupun AKAN kita lewatkan bersama, salah satu caranya dengan MERENCANAKAN masa depan, dalam contoh skala kecil, seperti pergi berwisata bersama keluarga! :)
Jadi, bagaimana? Sudah siap merencanakan paket wisata? Bersiap pula menyusun rencana penggunaan terbaik waktu hidup kita! Susun lalu laksanakan! Rencana lalu jalankan! Nikmati dan selamat bersenang-senang! ^^;v
Senin, 23 Mei 2011
Harta Karun Itu Bernama Waktu
Jika ada harta karun yang terpendam dan sering terlupakan bahwa kita memilikinya, serta seringkali baru disadari arti penting nilainya ketika sudah terlewat dan terlambat, atau saat sudah habis, itulah WAKTU!
Setiap manusia lahir dan hidup untuk satu kurun waktu. Masa hidup tiap orang tidak sama, tapi jatah waktu yang diberikan setiap hari seragam, satu hari adil dua puluh empat jam. Hikmah yang tersimpan adalah seberapa efektif dan efisien waktu yang diberi oleh Tuhan tiap hari kita gunakan, hingga surut dan habis simpanan perbendaharaan.
Waktu adalah aset yang tak pernah bertambah, bahkan selalu berkurang setiap detik serta setiap saat. Anehnya, kita sering membuang waktu dan membiarkan lewat begitu saja seolah ia tidak ada harganya, padahal waktu adalah harta karun yang tak terhingga nilainya. Hanya memang, nilainya baru bisa diketahui jika ia diisi dan digunakan untuk mengerjakan sesuatu dan tidak dibiarkan kosong berlalu.
Jika alur panjang waktu diandaikan dalam bentuk selang, selang waktu sejatinya hampa, kita yang mengisinya dengan aliran cair atau padat kegiatan. Selang waktu adalah rel, dan kereta waktu yang terus melaju dan tanpa henti berlalu menanggalkan satu-satu gerbong-gerbong kosong atau isi, bergantung adakah kita biarkan kosong atau diisi.
Nilai dari kegiatan itu ditentukan oleh apa yang kita lakukan, adakah ia dihabiskan untuk hura-hura, suka-suka, khilaf, lalai dan lupa, atau sebaliknya mengerjakan hal yang terarah, fokus, terprogram, produktif dan bermanfaat, positif atau negatif kita yang memberi tanda dari aktivitas kita. Bagaimana kita menggunakan waktu secara efisien untuk mengerjakan banyak hal baik secara efektif adalah tantangan di sepanjang jalan. Jika ingin bernilai baik, tentunya kerjakanlah perbuatan yang baik, berbuat untuk kebaikan, dengan niat serta cara baik pula, serta terus melakukan perbaikan diri supaya menjadi lebih baik lagi.
Waktu yang sudah berlalu, tak pernah akan kembali. Tinggal catatan tertulis, untuk apa waktu digunakan habis. Sudahkah kita melihat catatan waktu yang telah lewat, apakah saja yang telah pernah diperbuat, adakah yang kita sesali dan ingin perbaiki? Manfaatkan waktu yang masih tersisa, jangan lagi biarkan hilang raib musnah dan terbuang percuma!
Duhai anak Manusia, kelak kau akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban terkait penggunaan waktu sepanjang kurun hidupmu. Masa mudamu, untuk apa saja engkau gunakan. Hari-harimu, bagaimana lewat engkau habiskan, hingga masa senja sampai terbenammu, semua direkam jelas dan rapi dalam buku induk catatan. Jika gulungan bergunung-gunung lembar selang waktu menjadi catatan buku, kisah sukses, kaya, dan inspiratif seperti apa yang ingin kau persembahkan sebagai karya keberhasilan semasa hidupmu?!
Berkarya dan berpaculah dengan waktu! =)
Setiap manusia lahir dan hidup untuk satu kurun waktu. Masa hidup tiap orang tidak sama, tapi jatah waktu yang diberikan setiap hari seragam, satu hari adil dua puluh empat jam. Hikmah yang tersimpan adalah seberapa efektif dan efisien waktu yang diberi oleh Tuhan tiap hari kita gunakan, hingga surut dan habis simpanan perbendaharaan.
Waktu adalah aset yang tak pernah bertambah, bahkan selalu berkurang setiap detik serta setiap saat. Anehnya, kita sering membuang waktu dan membiarkan lewat begitu saja seolah ia tidak ada harganya, padahal waktu adalah harta karun yang tak terhingga nilainya. Hanya memang, nilainya baru bisa diketahui jika ia diisi dan digunakan untuk mengerjakan sesuatu dan tidak dibiarkan kosong berlalu.
Jika alur panjang waktu diandaikan dalam bentuk selang, selang waktu sejatinya hampa, kita yang mengisinya dengan aliran cair atau padat kegiatan. Selang waktu adalah rel, dan kereta waktu yang terus melaju dan tanpa henti berlalu menanggalkan satu-satu gerbong-gerbong kosong atau isi, bergantung adakah kita biarkan kosong atau diisi.
Nilai dari kegiatan itu ditentukan oleh apa yang kita lakukan, adakah ia dihabiskan untuk hura-hura, suka-suka, khilaf, lalai dan lupa, atau sebaliknya mengerjakan hal yang terarah, fokus, terprogram, produktif dan bermanfaat, positif atau negatif kita yang memberi tanda dari aktivitas kita. Bagaimana kita menggunakan waktu secara efisien untuk mengerjakan banyak hal baik secara efektif adalah tantangan di sepanjang jalan. Jika ingin bernilai baik, tentunya kerjakanlah perbuatan yang baik, berbuat untuk kebaikan, dengan niat serta cara baik pula, serta terus melakukan perbaikan diri supaya menjadi lebih baik lagi.
Waktu yang sudah berlalu, tak pernah akan kembali. Tinggal catatan tertulis, untuk apa waktu digunakan habis. Sudahkah kita melihat catatan waktu yang telah lewat, apakah saja yang telah pernah diperbuat, adakah yang kita sesali dan ingin perbaiki? Manfaatkan waktu yang masih tersisa, jangan lagi biarkan hilang raib musnah dan terbuang percuma!
Duhai anak Manusia, kelak kau akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban terkait penggunaan waktu sepanjang kurun hidupmu. Masa mudamu, untuk apa saja engkau gunakan. Hari-harimu, bagaimana lewat engkau habiskan, hingga masa senja sampai terbenammu, semua direkam jelas dan rapi dalam buku induk catatan. Jika gulungan bergunung-gunung lembar selang waktu menjadi catatan buku, kisah sukses, kaya, dan inspiratif seperti apa yang ingin kau persembahkan sebagai karya keberhasilan semasa hidupmu?!
Berkarya dan berpaculah dengan waktu! =)
Rabu, 11 Mei 2011
Jadikan Karya dan Jadilah Manfaat! Berubah dan Mewujudlah!
Berawal dari segenggam rumput asa yang agak basah oleh tetes sejuk embun dingin di pagi hari...
Dibakar sejumput hasrat bersama terbit fajar di ufuk timur kala menyembul mentari perlahan naik meninggi, terangkum semangkuk do'a terpanjat dalam munajat, terhantar sepotong bulat mantap niat, tebarkan aroma dupa asap optimisme hangat nan membangkitkan semangat.
Gelegak darah memacu adrenalin dan nafas timbul menderu dan memburu, bagai gemulai anggun lenggak-lenggok dan seringai hewan pemburu, tarian ringan udara kian tebal membumbung ke langit biru, angkat geliat untuk menggiat dan mulai bergiat, memacu laju dan berlari mengejar cita-cita dan harapan untuk wujudkan impian indah di hari baru!
Menyusun rencana kemudian implementasikan, menetapkan tujuan dan langkah untuk mencapainya, lalu berderap menerap sesuai garis besar cetak birunya, berpegang pada pedoman agar tidak tergelincir keluar rel atau melenceng jalurnya, konsisten bersama perubahan dan tetap terus merangsek maju, dengan sabar dan tidak putus berharap, yakin dan percaya pada kekuatan do'a sebagai senjata, sebagaimana Tuhan sesuai prasangka hamba-Nya, senantiasa tetap berbaik sangka...
Perlahan tetapi pasti, cepat mungkin lebih baik, tapi yang terpenting adalah lakukan apa yang harus dilakukan untuk menjadikan sebuah atau lebih karya dalam setiap harinya! Dan tak cukup hanya berhenti di situ, akan lebih berharga jika kita bisa menjadikannya bernilai lebih dengan memiliki daya guna dan memberi manfaat, sebagai jalan amal juga dalam upaya menebarkan salam kebaikan, berbuat kebajikan dengan kebijakan dan kebijaksanaan, serta terus berupaya memperbaiki diri dengan tak berhenti membuat perbaikan!
Hidup akan jadi lebih baik jika kita juga menjadikan diri kita lebih baik tiap hari, dan tentunya tak lupa dan tak malas untuk mengajak sesama berbuat baik melalui teladan kebaikan dan perbaikan yang terus kita lakukan! Tanamkan dalam diri nilai-nilai kebaikan dan kebajikan yang ingin kita miliki dan hendak kita sebarkan, lalu bulatkan tekad dan semangat untuk giat bersama niat, agar mulai hari ini, dalam setiap harinya, berjanji di dalam hati, akan selalu berbuat, bekerja dengan keras, cerdas, ikhlas, pantas, dan tuntas, tanpa henti berusaha dan tak boleh putus asa, terus menghasilkan karya-karya nyata, demi kemaslahatan yang lebih besar agar dapat berguna bagi sesama, sebab kita tak hidup sendiri di atas dunia, dan kita bisa menjadikan dunia tempat hidup kita menjadi, sedikit atau banyak, lebih nyaman, indah, menarik, dan jadi lebih baik!
Kita bisa membuat perubahan bagi kehidupan dan lingkungan hidup sekitar kita, tentunya dengan terus-menerus belajar dan luwes beradaptasi mengikuti irama dan gelombang perubahan yang adalah sebuah keniscayaan! Kita mungkin hanya sebutir pasir dari milyaran di pantai yang bertaburan, barangkali pula hanya buih yang terombang-ambing di luas bagai tak berbatas lautan, namun kita akan sanggup bertahan dari terpaan cobaan, dari riak hingga gelombang, bahkan gejolak dan guncangan, jika berlaku seperti air yang fleksibel dengan perubahan, pandai menempatkan diri dan bersikap, tahu harus bagaimana dimana kita bertempat, bagai air yang mengikuti wadahnya, meski lewat lorong atau gorong-gorong, merembes dinding dan meresap di tanah, menetes atau menerjun, lewat celah sempit pipa, selang, ataupun sedotan sekalipun, tetap tak henti mengalir, tak terhentikan, terus saja alamiah bergerak, merangsek dan berusaha dengan luwes menari ikut irama, hingga tiba di tujuan yang sesuai cita-cita, mencapai muara dan masih terus saja mengalir sampai jauh, hingga terbebaskan jiwa, lapang, lepas dan merdeka, di bentang luas birunya samudera...
Seperti titik-titik embun dan uap air yang menguap dan mengudara, perlahan berkumpul dan kian membesar, lalu menggumpal dan mulai mewujud menjadi arakan kapas putih awan, kita adalah perwujudan dari apa yang kita angankan serta inginkan! Tentunya jika kita mau lebih dulu giat bekerja dan semangat tak terputus terus saja berusaha meski hadapi rintangan dan tantangan yang menghadang, jadikan batu loncatan, jangan jadikan sandungan, optimislah mewujudkan impian dan cita-cita, berupaya untuk menjadikan nyata, dalam bentuk karya cipta yang bernilai dan berarti, berguna, bermanfaat, lagi bermakna!
Dengan mengucap basmalah...
JADIKAN KARYA DAN JADILAH MANFAAT!
Bahkan hanya seceloteh tulisan bisa membawa perubahan dan membuat perbedaan!
BERUBAH DAN MEWUJUDLAH! =)
Dibakar sejumput hasrat bersama terbit fajar di ufuk timur kala menyembul mentari perlahan naik meninggi, terangkum semangkuk do'a terpanjat dalam munajat, terhantar sepotong bulat mantap niat, tebarkan aroma dupa asap optimisme hangat nan membangkitkan semangat.
Gelegak darah memacu adrenalin dan nafas timbul menderu dan memburu, bagai gemulai anggun lenggak-lenggok dan seringai hewan pemburu, tarian ringan udara kian tebal membumbung ke langit biru, angkat geliat untuk menggiat dan mulai bergiat, memacu laju dan berlari mengejar cita-cita dan harapan untuk wujudkan impian indah di hari baru!
Menyusun rencana kemudian implementasikan, menetapkan tujuan dan langkah untuk mencapainya, lalu berderap menerap sesuai garis besar cetak birunya, berpegang pada pedoman agar tidak tergelincir keluar rel atau melenceng jalurnya, konsisten bersama perubahan dan tetap terus merangsek maju, dengan sabar dan tidak putus berharap, yakin dan percaya pada kekuatan do'a sebagai senjata, sebagaimana Tuhan sesuai prasangka hamba-Nya, senantiasa tetap berbaik sangka...
Perlahan tetapi pasti, cepat mungkin lebih baik, tapi yang terpenting adalah lakukan apa yang harus dilakukan untuk menjadikan sebuah atau lebih karya dalam setiap harinya! Dan tak cukup hanya berhenti di situ, akan lebih berharga jika kita bisa menjadikannya bernilai lebih dengan memiliki daya guna dan memberi manfaat, sebagai jalan amal juga dalam upaya menebarkan salam kebaikan, berbuat kebajikan dengan kebijakan dan kebijaksanaan, serta terus berupaya memperbaiki diri dengan tak berhenti membuat perbaikan!
Hidup akan jadi lebih baik jika kita juga menjadikan diri kita lebih baik tiap hari, dan tentunya tak lupa dan tak malas untuk mengajak sesama berbuat baik melalui teladan kebaikan dan perbaikan yang terus kita lakukan! Tanamkan dalam diri nilai-nilai kebaikan dan kebajikan yang ingin kita miliki dan hendak kita sebarkan, lalu bulatkan tekad dan semangat untuk giat bersama niat, agar mulai hari ini, dalam setiap harinya, berjanji di dalam hati, akan selalu berbuat, bekerja dengan keras, cerdas, ikhlas, pantas, dan tuntas, tanpa henti berusaha dan tak boleh putus asa, terus menghasilkan karya-karya nyata, demi kemaslahatan yang lebih besar agar dapat berguna bagi sesama, sebab kita tak hidup sendiri di atas dunia, dan kita bisa menjadikan dunia tempat hidup kita menjadi, sedikit atau banyak, lebih nyaman, indah, menarik, dan jadi lebih baik!
Kita bisa membuat perubahan bagi kehidupan dan lingkungan hidup sekitar kita, tentunya dengan terus-menerus belajar dan luwes beradaptasi mengikuti irama dan gelombang perubahan yang adalah sebuah keniscayaan! Kita mungkin hanya sebutir pasir dari milyaran di pantai yang bertaburan, barangkali pula hanya buih yang terombang-ambing di luas bagai tak berbatas lautan, namun kita akan sanggup bertahan dari terpaan cobaan, dari riak hingga gelombang, bahkan gejolak dan guncangan, jika berlaku seperti air yang fleksibel dengan perubahan, pandai menempatkan diri dan bersikap, tahu harus bagaimana dimana kita bertempat, bagai air yang mengikuti wadahnya, meski lewat lorong atau gorong-gorong, merembes dinding dan meresap di tanah, menetes atau menerjun, lewat celah sempit pipa, selang, ataupun sedotan sekalipun, tetap tak henti mengalir, tak terhentikan, terus saja alamiah bergerak, merangsek dan berusaha dengan luwes menari ikut irama, hingga tiba di tujuan yang sesuai cita-cita, mencapai muara dan masih terus saja mengalir sampai jauh, hingga terbebaskan jiwa, lapang, lepas dan merdeka, di bentang luas birunya samudera...
Seperti titik-titik embun dan uap air yang menguap dan mengudara, perlahan berkumpul dan kian membesar, lalu menggumpal dan mulai mewujud menjadi arakan kapas putih awan, kita adalah perwujudan dari apa yang kita angankan serta inginkan! Tentunya jika kita mau lebih dulu giat bekerja dan semangat tak terputus terus saja berusaha meski hadapi rintangan dan tantangan yang menghadang, jadikan batu loncatan, jangan jadikan sandungan, optimislah mewujudkan impian dan cita-cita, berupaya untuk menjadikan nyata, dalam bentuk karya cipta yang bernilai dan berarti, berguna, bermanfaat, lagi bermakna!
Dengan mengucap basmalah...
JADIKAN KARYA DAN JADILAH MANFAAT!
Bahkan hanya seceloteh tulisan bisa membawa perubahan dan membuat perbedaan!
BERUBAH DAN MEWUJUDLAH! =)
Munajat Pembuka Tirai, Semangat Pengayun Langkah
Saat hari baru tiba, lembaran baru dibuka, tirai pagi pun tersibak, mentari pancarkan sinar kehangatan dan senyuman, janjikan lagi bersama sejuk segar dingin embun dan belaian hembus angin, rengkuh berikan kecupan, utas meretas harapan.
Do'a adalah harapan.
Maka sejatinya yang terbaik sejak pertama kali terbangun dari tidur seiring kesadaran merayap hadir dan mata yang terpejam perlahan mengerjap terbuka, adalah membuka tirai hari baru dengan memanjatkan do'a.
Do'a adalah juga wujud kebersyukuran kita.
Bersyukur karena diberikan lagi satu kesempatan menjalani hidup di lembar hari yang baru. Jangan disia-siakan. Mohon pada Yang Kuasa agar dianugerahi kekuatan, karena tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah SWT, untuk menjalani hari ini dengan bersemangat dan bergiat berlomba-lomba berbuat kebaikan sambil terus melakukan perbaikan.
Maka setelah terwujud kesadaran, do'a mulai mengudara membumbung kian mengangkasa, kembali menatap lantai, kaki berpijak di bumi dan ingat tetap membumi, Bismillah, mantap hati, bangkit berdiri!
Tanamkan niat di hati dan bulatkan tekad diri, tidak akan membiarkan hari ini berlalu begitu saja tanpa arti. Jadikan ia berharga. Bermakna di dunia dan berarti bagi kehidupan alam akhirat nanti. Beramal shalih, berbuat kebaikan dan menebar kebajikan, dari hal-hal sederhana seringan tulus senyuman, tetapi sarat pahala, optimis dan bersemangat, mulai giat berusaha, belajar, bekerja! Mewujudkan hasil nyata dalam bentuk karya!
Jika ukuran penilaian keberhasilan kita di penghujung hari adalah seberapa banyak kebaikan dan upaya perbaikan dilakukan pada hari ini, yang tentunya dengan dilandasi oleh keikhlasan dan niat semata mengharap ridho-Nya agar tidak sia-sia lagi menuai bertaburan pahala, maka secerah matahari yang terbit pagi ini, optimis dan semangatlah membakar rumput asa untuk menggerakkan segenap komponen tubuh dan jiwa bersinergi untuk mewujudkan olah rasa, karsa, cipta, dalam bentuk kerja untuk menghasilkan karya nyata!
Mari jadikan munajat sebagai pembuka tirai, dan semangat sebagai pengayun langkah, saatnya bergerak dan berderap gagah, SEMANGAT!!! AYO BERUBAH!!! =)
Do'a adalah harapan.
Maka sejatinya yang terbaik sejak pertama kali terbangun dari tidur seiring kesadaran merayap hadir dan mata yang terpejam perlahan mengerjap terbuka, adalah membuka tirai hari baru dengan memanjatkan do'a.
Do'a adalah juga wujud kebersyukuran kita.
Bersyukur karena diberikan lagi satu kesempatan menjalani hidup di lembar hari yang baru. Jangan disia-siakan. Mohon pada Yang Kuasa agar dianugerahi kekuatan, karena tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah SWT, untuk menjalani hari ini dengan bersemangat dan bergiat berlomba-lomba berbuat kebaikan sambil terus melakukan perbaikan.
Maka setelah terwujud kesadaran, do'a mulai mengudara membumbung kian mengangkasa, kembali menatap lantai, kaki berpijak di bumi dan ingat tetap membumi, Bismillah, mantap hati, bangkit berdiri!
Tanamkan niat di hati dan bulatkan tekad diri, tidak akan membiarkan hari ini berlalu begitu saja tanpa arti. Jadikan ia berharga. Bermakna di dunia dan berarti bagi kehidupan alam akhirat nanti. Beramal shalih, berbuat kebaikan dan menebar kebajikan, dari hal-hal sederhana seringan tulus senyuman, tetapi sarat pahala, optimis dan bersemangat, mulai giat berusaha, belajar, bekerja! Mewujudkan hasil nyata dalam bentuk karya!
Jika ukuran penilaian keberhasilan kita di penghujung hari adalah seberapa banyak kebaikan dan upaya perbaikan dilakukan pada hari ini, yang tentunya dengan dilandasi oleh keikhlasan dan niat semata mengharap ridho-Nya agar tidak sia-sia lagi menuai bertaburan pahala, maka secerah matahari yang terbit pagi ini, optimis dan semangatlah membakar rumput asa untuk menggerakkan segenap komponen tubuh dan jiwa bersinergi untuk mewujudkan olah rasa, karsa, cipta, dalam bentuk kerja untuk menghasilkan karya nyata!
Mari jadikan munajat sebagai pembuka tirai, dan semangat sebagai pengayun langkah, saatnya bergerak dan berderap gagah, SEMANGAT!!! AYO BERUBAH!!! =)
Berawal Dari Setetes Embun Jatuh...
Berawal dari setetes embun jatuh di pucuk hijau daun menembus dingin kabut tipis dalam hening Subuh sunyi sebelum semburat merah fajar menyingsing merekah dan wajah mentari ramah bulat menyapa hangat berbinar indah... =)
Tiap hari baru adalah anugerah dan kesempatan untuk satu kehidupan baru, semestinya disyukuri dan selayaknya diisi dengan banyak kebajikan sebagaimana bertabur kebaikan yang bertebaran dalam hembusan angin yang membelai dalam hela nafas lembut menyapa jiwa yang tenang dan merindukan wajah-wajah berseri karena bersihnya hati, melantunkan lagu dan nyanyikan syair puja puji, gemulai tarian ringan bagai kapas namun sarat pahala dan kesempatan amal shalih yang teramat sayang disia-siakan, butir-butir debu, bulir-bulir atom yang seberat biji-biji hikmah yang tertanam subur di balik tiap tanah gembur yang dibajak oleh roda-roda peristiwa dalam kerasnya liku kehidupan, perlahan menyembul singkap dan lambat laun tetap jua terungkap setelah tersembunyikan dengan rapi lagi dalam makna dan maksud dari Sang Penulis Cerita bagi tiap-tiap jiwa yang masih bernyawa...
Siapa menabur benih, akan menuai hasilnya. Siapa menanam tanaman walau butuh waktu lama untuk tumbuh kelak akan menikmati hasilnya. Dan buah ranum matang manis dan lezat dari kesabaran dan keikhlasan dalam mengarungi terjal landai dan curam nan berkelok perjalanan kehidupan hanyalah keridhoan-Nya kepada hamba-hamba yang shalih dan beramal shalih lagi senantiasa bersabar dan bersyukur serta selalu berbaik sangka kepada-Nya...
Bak petani menuai padi menguning saat masa panen yang dinantikan akhirnya tiba, bulir demi bulir yang menumpuk dan bergunung-gunung bukanlah buah dari kerja semalam, melainkan hasil jerih payah keringat bersimbah selama berbulan-bulan. Wajah tulus nan berbinar semburat kepuasan berbalas kebahagiaan, memang layak didapatkan.
Meneladani petani, mari mulai hari ini, tiap ganti lembar hari dan tersibak tirai pagi, songsong dengan semangat sepenuh niat dan giat bulatkan tekad, untuk 'menanam' biji demi biji amal kebaikan untuk tabungan bulir demi bulir padi bernas pahala di akhir nanti, saat masa panen di penghujung kehidupan tiba, agar bisa kita nikmati dengan penuh kebersyukuran apapun hasilnya...
Selamat bersemangat berlomba-lomba mengerjakan kebaikan! =)
Tiap hari baru adalah anugerah dan kesempatan untuk satu kehidupan baru, semestinya disyukuri dan selayaknya diisi dengan banyak kebajikan sebagaimana bertabur kebaikan yang bertebaran dalam hembusan angin yang membelai dalam hela nafas lembut menyapa jiwa yang tenang dan merindukan wajah-wajah berseri karena bersihnya hati, melantunkan lagu dan nyanyikan syair puja puji, gemulai tarian ringan bagai kapas namun sarat pahala dan kesempatan amal shalih yang teramat sayang disia-siakan, butir-butir debu, bulir-bulir atom yang seberat biji-biji hikmah yang tertanam subur di balik tiap tanah gembur yang dibajak oleh roda-roda peristiwa dalam kerasnya liku kehidupan, perlahan menyembul singkap dan lambat laun tetap jua terungkap setelah tersembunyikan dengan rapi lagi dalam makna dan maksud dari Sang Penulis Cerita bagi tiap-tiap jiwa yang masih bernyawa...
Siapa menabur benih, akan menuai hasilnya. Siapa menanam tanaman walau butuh waktu lama untuk tumbuh kelak akan menikmati hasilnya. Dan buah ranum matang manis dan lezat dari kesabaran dan keikhlasan dalam mengarungi terjal landai dan curam nan berkelok perjalanan kehidupan hanyalah keridhoan-Nya kepada hamba-hamba yang shalih dan beramal shalih lagi senantiasa bersabar dan bersyukur serta selalu berbaik sangka kepada-Nya...
Bak petani menuai padi menguning saat masa panen yang dinantikan akhirnya tiba, bulir demi bulir yang menumpuk dan bergunung-gunung bukanlah buah dari kerja semalam, melainkan hasil jerih payah keringat bersimbah selama berbulan-bulan. Wajah tulus nan berbinar semburat kepuasan berbalas kebahagiaan, memang layak didapatkan.
Meneladani petani, mari mulai hari ini, tiap ganti lembar hari dan tersibak tirai pagi, songsong dengan semangat sepenuh niat dan giat bulatkan tekad, untuk 'menanam' biji demi biji amal kebaikan untuk tabungan bulir demi bulir padi bernas pahala di akhir nanti, saat masa panen di penghujung kehidupan tiba, agar bisa kita nikmati dengan penuh kebersyukuran apapun hasilnya...
Selamat bersemangat berlomba-lomba mengerjakan kebaikan! =)
Selasa, 10 Mei 2011
Sekelumit Awal Kisah...
Perjalanan hidup anak manusia tak pernah bisa diduga.
Setiap insan punya jalan cerita masing-masing yang unik, berbeda, dan tak pernah sama. Jika terdapat lebih dari enam milyar manusia yang melata bertebaran di bumi dan tiap orang mempunyai alur kisah kehidupan sendiri, maka sungguh amat terpuji dan luar biasa gerangan Sang Penulis Naskah Kehidupan.
Apa yang terlihat maupun luput diperhatikan, segala apa yang telah, tengah, dan akan terjadi, adalah tampilan versi layar kaca yang bisa ditonton dan disimak oleh siapapun yang ingin menghayati, meresapi dan menikmati sebaran awan galaksi mengias langit tenang di pekat malam, dihiasi taburan kerlap-kerlip gemintang fragmen demi fragmen, penggalan dan potongan scene demi scene yang bak memenuhi luas kanvas alam semesta hingga sejauh jangkau sudut mata memandang.
Di balik berbagai liku dan ragam peristiwa yang telah, sedang dan masih akan harus dihadapi oleh anak-anak zaman dalam setiap masanya, ada Sutradara Dari Balik Layar Yang menuliskan skenario terindah nan sarat bertabur hikmah yang kelak akan sangat kita syukuri andai kita ikhlas dan sabar serta senantiasa berbaik sangka, optimis dan tetap selalu semangat dalam menjalaninya.
Terpa hangat fajar surya dan genggam pilar hari adalah milik mereka yang berseri dan bersegera menyongsong dan menyambut cerah senyumnya! =)
Pasang surut, terjal curam, naik turun, jatuh bangun, susah senang, canda sedih, tangis tawa, di sepanjang kelak-kelok perjalanan alur sungai kehidupan yang mengalir tak terputus mulai dari mata air kelahiran, menyusuri keindahan hijau hutan panorama gunung, bukit, pepohonan, di bawah terik mentari maupun teduh belai lembut rembulan, mengiringi kisah hidup manusia dari kecil, remaja, beranjak dewasa, matang, terus menua, mengarungi samudera luas dan dalam sampai akhirnya lelah hilang daya lalu pasrah dan tenggelam, hingga terbenam di pusara sunyi keabadian dalam kepekatan di dasar lautan.
Kematian.
Bukan akhir segalanya.
Kematian justru adalah gerbang menuju kehidupan panjang dan tak berkesudahan kelak dalam keabadian.
Kehidupan di dunia menentukan akhir yang baik atau buruk kelak di kehidupan sesungguhnya.
Hidup di dunia hanya sementara. Cuma istirahat. Hanya mampir singgah.
Hanya kepada-Nya kita semua akan kembali.
Dan di atas segalanya, hanya kepada-Nya-lah kita berserah diri...
Setiap insan punya jalan cerita masing-masing yang unik, berbeda, dan tak pernah sama. Jika terdapat lebih dari enam milyar manusia yang melata bertebaran di bumi dan tiap orang mempunyai alur kisah kehidupan sendiri, maka sungguh amat terpuji dan luar biasa gerangan Sang Penulis Naskah Kehidupan.
Apa yang terlihat maupun luput diperhatikan, segala apa yang telah, tengah, dan akan terjadi, adalah tampilan versi layar kaca yang bisa ditonton dan disimak oleh siapapun yang ingin menghayati, meresapi dan menikmati sebaran awan galaksi mengias langit tenang di pekat malam, dihiasi taburan kerlap-kerlip gemintang fragmen demi fragmen, penggalan dan potongan scene demi scene yang bak memenuhi luas kanvas alam semesta hingga sejauh jangkau sudut mata memandang.
Di balik berbagai liku dan ragam peristiwa yang telah, sedang dan masih akan harus dihadapi oleh anak-anak zaman dalam setiap masanya, ada Sutradara Dari Balik Layar Yang menuliskan skenario terindah nan sarat bertabur hikmah yang kelak akan sangat kita syukuri andai kita ikhlas dan sabar serta senantiasa berbaik sangka, optimis dan tetap selalu semangat dalam menjalaninya.
Terpa hangat fajar surya dan genggam pilar hari adalah milik mereka yang berseri dan bersegera menyongsong dan menyambut cerah senyumnya! =)
Pasang surut, terjal curam, naik turun, jatuh bangun, susah senang, canda sedih, tangis tawa, di sepanjang kelak-kelok perjalanan alur sungai kehidupan yang mengalir tak terputus mulai dari mata air kelahiran, menyusuri keindahan hijau hutan panorama gunung, bukit, pepohonan, di bawah terik mentari maupun teduh belai lembut rembulan, mengiringi kisah hidup manusia dari kecil, remaja, beranjak dewasa, matang, terus menua, mengarungi samudera luas dan dalam sampai akhirnya lelah hilang daya lalu pasrah dan tenggelam, hingga terbenam di pusara sunyi keabadian dalam kepekatan di dasar lautan.
Kematian.
Bukan akhir segalanya.
Kematian justru adalah gerbang menuju kehidupan panjang dan tak berkesudahan kelak dalam keabadian.
Kehidupan di dunia menentukan akhir yang baik atau buruk kelak di kehidupan sesungguhnya.
Hidup di dunia hanya sementara. Cuma istirahat. Hanya mampir singgah.
Hanya kepada-Nya kita semua akan kembali.
Dan di atas segalanya, hanya kepada-Nya-lah kita berserah diri...
Langganan:
Postingan (Atom)