Rabu, 11 Mei 2011

Berawal Dari Setetes Embun Jatuh...

Berawal dari setetes embun jatuh di pucuk hijau daun menembus dingin kabut tipis dalam hening Subuh sunyi sebelum semburat merah fajar menyingsing merekah dan wajah mentari ramah bulat menyapa hangat berbinar indah... =)

Tiap hari baru adalah anugerah dan kesempatan untuk satu kehidupan baru, semestinya disyukuri dan selayaknya diisi dengan banyak kebajikan sebagaimana bertabur kebaikan yang bertebaran dalam hembusan angin yang membelai dalam hela nafas lembut menyapa jiwa yang tenang dan merindukan wajah-wajah berseri karena bersihnya hati, melantunkan lagu dan nyanyikan syair puja puji, gemulai tarian ringan bagai kapas namun sarat pahala dan kesempatan amal shalih yang teramat sayang disia-siakan, butir-butir debu, bulir-bulir atom yang seberat biji-biji hikmah yang tertanam subur di balik tiap tanah gembur yang dibajak oleh roda-roda peristiwa dalam kerasnya liku kehidupan, perlahan menyembul singkap dan lambat laun tetap jua terungkap setelah tersembunyikan dengan rapi lagi dalam makna dan maksud dari Sang Penulis Cerita bagi tiap-tiap jiwa yang masih bernyawa...

Siapa menabur benih, akan menuai hasilnya. Siapa menanam tanaman walau butuh waktu lama untuk tumbuh kelak akan menikmati hasilnya. Dan buah ranum matang manis dan lezat dari kesabaran dan keikhlasan dalam mengarungi terjal landai dan curam nan berkelok perjalanan kehidupan hanyalah keridhoan-Nya kepada hamba-hamba yang shalih dan beramal shalih lagi senantiasa bersabar dan bersyukur serta selalu berbaik sangka kepada-Nya...


Bak petani menuai padi menguning saat masa panen yang dinantikan akhirnya tiba, bulir demi bulir yang menumpuk dan bergunung-gunung bukanlah buah dari kerja semalam, melainkan hasil jerih payah keringat bersimbah selama berbulan-bulan. Wajah tulus nan berbinar semburat kepuasan berbalas kebahagiaan, memang layak didapatkan.

Meneladani petani, mari mulai hari ini, tiap ganti lembar hari dan tersibak tirai pagi, songsong dengan semangat sepenuh niat dan giat bulatkan tekad, untuk 'menanam' biji demi biji amal kebaikan untuk tabungan bulir demi bulir padi bernas pahala di akhir nanti, saat masa panen di penghujung kehidupan tiba, agar bisa kita nikmati dengan penuh kebersyukuran apapun hasilnya...

Selamat bersemangat berlomba-lomba mengerjakan kebaikan! =)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar